Kali ini si admin akan membahas materi mengenai subnetting... Selamat membaca ^_^
A. Pendahuluan
1. Pengertian
Subnetting adalah proses memecah suatu ip jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut subnet
2. Latar belakang
Pembagian kelas-kelas ini bertujuan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu. IP address networking dibagi menjadi 2,yakni bagian network (network id) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi alamat suatu network , sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network.
3. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan agar dapat mengetahui pembagian kelas ip
4. Hasil yang didapatkan
Dapat melakukan cara subnetting pada alamat IP
B. Alat dan Bahan
Laptop atau komputer
C. Uraian Kegiatan
Kelas IP Address
IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Nilai oktet pertama pada ip address menentukan kelas dari sebuah alamat.

Alamat 127 tidak digunakan untuk mengamati host ataupun network. Alamat 127 merupakan ip loopback atau alamat yang digunakan untuk fasilitas utilitas. Contoh 127.0.0.1 digunakan untuk memeriksa hubungan ke diri sendiri dengan menggunakan perintah ping 127.0.0.1
IP Address di bagi menjadi 2 bagian :
Network ID yaitu identitas alamat dari sebuah jalur.
Host ID yaitu identitas bagi host yang diatur oleh nilai subnet mask.
Pembagian network ID dan Host ID diatur oleh nilai subnetmask.
Pengelompokkan Ip dibedakan menjadi 2 yaitu IP Public dan IP Private.
Ip Public yaitu Ip yang dipakai apabila jaringan terkoneksi ke internet.
Ip Private yaitu yang digunakan apabila jaringan hanya terkoneksi jaringan lokal saja.
Table Subnetting

Perhitungan Subnetting
untuk subnetting yaitu menggunakan konversi bilangan desimal ke biner agar mengetahui nomor IP/ Maximal nomor IP dan subnet mask pada masing masing prefix.
Metode perhitungan subnetting

Dimulai dari prefix /24 = 0
Subnetmask = 255.255.255.0
Setiap satu oktet berjumlah 8 bit biner.
1. Mencari jumlah subnet
Menggunakan rumus 2x dimana X merupakan jumlah binari 1 pada oktet terakhir atau oktet ke 4 pada subnet mask.
2. Contoh prefix /24
2x = 20 (kenapa 0, karena di oket terakhir tidak ada angka binari jadi jumlahnya 0)
20 = 1, maka didapatkan jumlah subnet untuk prefix /24 sebanyak 1 subnet
3. Mencari jumlah host per subnet
Menggunakan rumus : 2y-2, dimana Y merupakan jumlah binari 0 pada oktet terakhir.
Mencari Host yang valid , jumlah subnet, jumlah host perSubnet dari /25
Prefix /25 = 128
netmask = 255.255.255.128
Keterangan :
Desimal
|
255
|
255
|
255
|
128
|
Biner
|
11111111
|
11111111
|
11111111
|
10000000
|
Mencari jumlah subnet
2x –> 21 = 2 (jumlah subnet dari /25 adalah 2)
Mencari jumlah host Persubnet
2y - 2 –> 27 – 2 = 128 - 2 = 126 (jumlah host persubnet dari /25 sebanyak 126 host)
Contoh Soal 1 :
Ip Adrees : 192.168.1.55/26
Tentukan :
- Ip address
- Subnet mask
- Network
- Broadcast
Jawab :
IP Address : 192.168.1.55 /26
Subnet Mask /netmask = 255.255.255.192
Nomor IP = 256 – 192 = 64
Maka :
IP Address
Netmask
Network
Broadcast
= 192.168.1.55
= 255.255.255.192
= 192.168.1.0
= 192.168.1.63
Keterangan : hasil nilainya didapatkan pada subnet 1 , karna hostID pada IP address
192.168.1.55 berada diantara host awal dan host akhir pada subnet 1 .
Fungsi Subnetting :
1. Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
2. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
3. Pengelolaan yang disederhanakan.
4. Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh,
D. Kesimpulan
Kita dapat mengetahui bahwa sebelum kita mempelajari mikrotik kita harus memahami mengenai subnetting terlebih dahulu.
E. Referensi dan Daftar Pustaka
http://orytkj1.blogspot.co.id/2012/02/pengertian-dan-fungsi-subnetting.html
ebook tkj
Sekian yang bisa saya sampaikan, semoga dapat membantu…
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh…



Tidak ada komentar:
Posting Komentar